Friday, March 8, 2013

Setting Ip Addres pada ubuntu 11.10

Selamat datang kembali pada blog saya, kali ini kita akan melakukan konfigurasi terhadap IP Address pada linux ubuntu 11.10. Apabila anda sebelumnya pernah menggunakan linux yang lain selain ubuntu maka saya rasa, anda tidak akan merasakan kesulitan dalam melakukan konfigurasi ini.
Tutorial ini adalah tutorial tentang konfigurasi server yang akan saya bagi kepada anda satu persatu. Seperti telah saya jelaskan di atas saat ini kita akan mencoba melakukan konfigurasi IP Address pada linux ubuntu, Karena dalam operating sistem server maka hal yang paling utama adalah melakukan konfigurasi terhadap Ip address.
untuk langkah yang pertama silahkan anda nyalakan komputer anda dengan sistem operasi linux ubuntu tentunya. hingga siap di gunakan.

Tampilan Awal Ubuntu 11.10
setelah muncul jendela login seperti di atas maka selanjutnya adalah silahkan masukkan user id anda di sertai dengan password anda. Perlu anda ingat bahwa linux sangat case sensitiv jadi harap di pastikan anda menginggat kata sandi anda.
Memasukkan User ID dan Password
Setelah anda masuk ke dalam sistem anda maka kita akan mulai untuk melakukan konfigurasi. Tapi perlu anda ingat di dalam linux untuk bisa melakukan perubahan data dan lainnya maka kita harus masuk sebagai administrator ( root ). Maka kita dapat menggunakan perintah sudu su. kemudian anda tekan enter dan anda masukkan password rootnya. Untuk alasan keamanan maka linux tidak memunculkan apa yang anda ketik di password.
Masuk Sebagai Root
Setelah masuk ke dalam root maka anda sudah menjadi super user anda bisa melakukan perubahan terhadap apapun yang ada di sistem anda. Sebelum kita masuk ke dalama konfigurasi IP Address kita akan mengetikkan perintah ifconfig yang di gunakan untuk mengetahui berapa IP Address komputer kita dan berapa jumlah interface yang ada dalam komputer kita.
Perintah ifconfig
Pada gambar di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa IP Address yang ada di komputer kita adalah IP address Loopback. Untuk interface yang akan kita gunakan belum aktif. Untuk itu kita akan langsung mengkonfigurasinya. Untuk melakukan konfigurasi tersebut kita dapat menggunakan perintah . nano /etc/network/interfaces. Perintah ini di gunakan untuk melakukan konfigurasi terghadap IP Address anda.
Perintah Konfigurasi IP Address
Setelah anda mengetikkan perintah di atas maka anda akan di arahkan ke text editor nano di mana di dalam text editor ini akan kita ketikkan konfigurasi dalam jaringan kita nantinya. di bawah ini adalah tampilan default dari perintah nano /etc/network/interfaces yang belum kita edited.
Tampilan Default /etc/network/interfaces
Di bawah sendiri anda tambahkan beberapa perintah seperti gambar di bawah ini.
Hasil Konfigurasi file /etc/network/interfaces
ketentuan konfigurasi :
  1. auto eth 0 = ini adalah interface yang akan kita gunakan / konfigurasi.
  2. iface eth0 inet static = perintah untuk IP address Static
  3. address = isikan dengan IP address sesuai dengan keinginan anda.
  4. netmask = isikan dengan Subnet Mask dari address anda.
  5. gateway = isikan dengan gateway dari address anda.
  6. broadcast = isikan dengan broadcast dari address anda.
untuk melakukan penyimpanan terhadap perubahan yang anda lakukan silahkan anda tekan CTRL+X kemudian Y dan tekan enter.
Selanjutnya maka anda akan di bawa kembali ke halaman utama. Di sana silahkan anda melakukan restart sistem address anda agar perunahan yang telah kita lakukan tadi di terapkan oleh sistem operasi anda. Perintah yang digunakan adalah /etc/init.d/networking restart
Restart Networking anda
Apabila anda tidak melakukan kesalahan konfigurasi maka sistem akan memberikan peringatan success. Apabila anda di berikan peringatan oleh sistem bahwa gagal silahkan anda cek konfigurasi anda tersebut.
Pesan sukses hasil konfigurasi
Setelah selesai silahkan anda ketik perintah ifconfig kembali untuk melihat hasil konfigurasi anda tadi.
Test IP Address
lihat pada baris atas apabila itu sama dengan konfigurasi yang kita masukkan benar maka hasil di sana akan sesuai dengan yang kita inginkan.

Cara Setting IP Address Pada Linux Ubuntu 10.10

Cara Setting IP Address Pada Linux Ubuntu 10.10

Cara Setting IP Address Static Pada Linux Ubuntu 10.10 cukup berbeda bila di bandingkan dengan cara setting ip address pada windows.

Misalkan Ada Kasus Seperti ini, Menghubungkan 2 buah komputer (Linux Ubuntu dan Windows Xp )

Komputer Linux Ubuntu akan di SET
IP-nya = 192.168.1.1
Subnet Mask-nya = 255.255.255.0

Komputer Windows Xp akan di SET
IP-nya  = 192.168.1.2
Subnet Mask-nya = 255.255.255.0

Sebelum Mensetting IP terlebih dahulu berpindah dari user biasa ($) masuk ke super user root (#) dulu
$ sudo su -l
isikan passwordnya : (password kosong tidak terlihat, jika sudah diisi tekan enter)
setelah itu maka akan berpindah ke root dengan ciri-ciri ada tanda #

Langkah Setting IP Address :

1.Lakukan perubahan / edit file pada file interfaces
 # nano /etc/network/interfaces

2. Isikan Seperti Contoh Di bawah Ini


auto lo
iface lo inet loopback
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.1.1         <--- IP Address LINUX UBUNTU
netmask 255.255.255.0       <--- Subnet Mask-nya 
broadcast 192.168.1.255
network 192.168.1.0
3. Jika Sudah Lakukan penyimpanan dengan menekan (Ctrl + X) dan tekan enter
4. Setelah itu restart service IP Addressnya
# /etc/init.d/networking restart
5. Untuk mengecek hasil setting berhasil atau tidaknya 
# ifconfig

6. Cek koneksi ke ip windows 192.168.1.2, 
#ping 192.168.1.2

7. Jika BERHASIL maka akan muncul Hasil pesan Reply ada TTL.

*Semoga Bermanfaat

Sunday, December 23, 2012

7 Distro Linux Untuk Hacking - Pentesting

Pada artikel kali ini saya akan coba bahas 7 Distro linux yang paling banyak digunakan untuk hacking atau penetrasi test jaringan (pentest).
Penetrasi jaringan adalah proses yang dilakukan oleh seseorang (pentester) untuk masuk ke jaringan atau komputer dengan cara mencari celah keamanan (vulnerability) dalam sistem.

Pentesting sangat diperlukan untuk meminimalisasi celah keamanan yang ada. Dengan begitu seseorang yang tidak punya hak tidak akan mudah masuk ke sistem.

Yang jelas pentest itu intinya mencari celah keamanan dalam sistem untuk selanjutnya melakukan perbaikan (patch) terhadap celah tersebut.

Mungin sebagaian dari kawan-kawan sudah banyak yang mencoba dari beberapa distro linux ini. Salah satu yang paling terkenal adalah backtrack. Tapi ternyata masih banyak distro lain yang menarik untuk dicoba jika ingin melakukan penetrasi network. Disini saya bukan berarti men-sort distro berdasarkan yang paling baik, karena penetrasi network tergantung dari pentesternya dan object yang akan di pentest.

Ok apa saja 7 distro linux itu, berikut 7 distro linux untuk Hackin

1. Backtrack

7 Distro Linux Untuk Hacking - Pentesting

Backtrack merupakan salah satu distro linux untuk penetrasi dan audit yang paling banyak digunakan saat ini di seluruh dunia. Backtrack awalnya adalah Whoppix, IWHAX, and Auditor kemudian di gabungkan menjadi satu live linux cd dimana terintegrasi lebih dari 300 security tools didalamnya. Tak Heran Backtrack 4 pre release di download lebih dari 4 juta. Versi terakhir backtrack 5 di release 10 mei 2011.

Download Backtrack 5
2. Samurai Web Testing Framework

7 Distro Linux Untuk Hacking - Pentesting

Nah yang Biasa dengan Web Testing tak salah untuk menggunakan ini. Distro linux ini memang di khususkan untuk web testing. Didalamnya terdapat banyak open source tool pilihan untuk web testing. Seperti dikutif di official webnya, Web testing framework menyediakan tool-tool untuk web test dalam 4 tahap.
Dimulai dengan tahap reconnaissance, distro ini menyediakan tool semacam fierce domain scanner dan maltego. Untuk mapping tersedia tool semacam WebScarab dan ratproxy. tahap Discovery bisa menggunakan tool w3af dan burp. Dan terakhir exploitasi tersedia tool BeEF, AJAXShell dan lainya. versi terakhirnya adalah samurai-0.9.9.

Download Samurai

3. NetSecL

7 Distro Linux Untuk Hacking - Pentesting

NetSecL adalah Distro linux berbasis OpenSuse Untuk penetrasi jaringan Computer desktop maupun server. Versi terakhir NetsecL 3.2 dengan fitur XFCE memberikan performance yang handal, compatibility dengan OpenSuse 11.4 dan kernel 2.6.32.8. Bagi anda yang biasa dengan lingkungan OpenSuse NetSecl bisa menjadi pilihan untuk melakukan pentest system.

Download NetSecl v 3.2


4. The Live Hacking DVD

7 Distro Linux Untuk Hacking - Pentesting

live DVd hacking adalah distro linux baru dengan base Ubuntu yang berisi tool-tool untuk ethical hacking, pentest, dan countermeasure. Didalamnya terdapat tool-tool untuk DNS, reconnaissance, foot-printing (mengumpulkan informasi komputer target), password cracking, network sniffing, spoofing dan wireless utilities. Untuk daftar list tool yang tersedia didalamnya bisa langsung chek di official webnya, and disini juga banyak free tutorial dan demo video.

Application List

Download Live DVD Hacking

5. Blackbuntu

7 Distro Linux Untuk Hacking - Pentesting

Distro Linux ini sesuai namanya berbasis ubuntu dengan GNOME Desktop Environtment Di buat terutama untuk security training students dan praktisi security jaringan. Built di ubuntuk versi 10.10 dan salah satu distro untuk penetrasi mirip Backtrack. Versi terakhir CE 0.2

Download Blackbuntu CE 0.2

6. SANS Investigate Forensic Toolkit (SIFT) Workstation

7 Distro Linux Untuk Hacking - Pentesting

Yang tertarik di Dunia Forensic komputer. International team of forensic expert Sans Faculty telah membuat distro linux yang di khusunya untuk bidang ini. Distro linux ini telah di release ke public dan bisa digunakan oleh setiap orang yang tertarik untuk 'menangkap intruder' :D. Tookit yang disediakan sudah sesuai dengan perkembangan modern forensic tool. Mungkin Distro ini untuk advance user kayaknya. :D . tapi jika ingin mencobanya bisa baca terlebih dahulu official webnya.

Official website


Download SIFT v.2.1

7. Operator

Satu lagi Distro turunan Debian untuk penestrasi jaringan. Distro yang mirip dengan knoppix yang bootable dari cd dan running di RAM ini dilengkapi juga dengan forensic dan recovery tool.
Operator berisi banyak open source network security tool untuk penetrasi computer dan server anda. langsung saja check out webnya dan download.

Download Operator


Mungkin itu 7 distro linux yang paling menarik menurut saya. Memang masih banyak Distro-distro linux lainya. Tapi kembali lagi itu tergantung pentesters dan objectnya. Distro mana yang nyaman dipakai pentester dan object seperti apa yang akan di pentest.
Ok..thanks for reading...
see ya..later :D

Perbedaan Linux dan Windows

Apa beda Linux dan Windows? Oleh Rusmanto Maryanto
Saya tadi siang diminta teman (tetangga rumah) melalui milis perumahan untuk menjelaskan apa itu Linux dan Open Source dengan bahasa awam. Saya coba tulis ulang penjelasan tentang Linux yang saya pernah tulis di blog ini atau di tempat lain. Semoga mudah dipahami. Kalau sulit dimengerti, mohon beri komentar bagian mana yang sulit.









Sebelum memahami perbedaan, berikut ini persamaan Linux dan Windows:
Linux dan Windows sama-sama nama untuk sistem operasi "komputer" dan sama-sama punya beberapa jenis atau pilihan, misal Linux Nusantara, BlankOn, Ubuntu, Mandriva, Fedora, openSUSE, Slackware, Debian, Gentoo, Redhat, Mint, dll. Sedangkan di Windows ada Windows 98, Me, XP, Vista, 7, Server 2008, Mobile, dll. "komputer" itu bisa berupa pc, notebook, smartphone, dll.

Persamaan adanya pilihan/jenis di atas sebenarynya tidak persis sama, karena jenis Windows itu hanya tersedia buatan MS (Microsoft), sedangkan jenis Linux itu bisa buatan beberapa pihak yg berbeda. Tidak ada Windows buatan Indonesia, sedangkan Linux ada yang dibuat Indonesia, misalnya Nusantara dibuat (tepatnya didanai) pemerintah, BlankOn dibuat yayasan dan sebagian komunitas Linux di Indonesia, Ubuntu dibuat perusahaan bernama Canonical yang berpusat di Eropa, Mandriva dibuat perusahaan Mandriva yg berpusat di Perancis, Fedora dibuat komunitas yg didanai RedHat di Amerika, openSUSE dibuat perusahaan Novel di Jerman, dsb.

NB: Mohon maaf kalau ada jenis Windows dan Linux yg belum disebut, bukan maksud saya merendahkan, tapi saya hanya menyebut yg teringat saya saat menulis ini.

Sebelum menulis perbedaan Linux dan Windows yang benar-benar beda, saya sebutkan dulu persamaan yang benar-benar sama, yaitu tampilan Linux dan Windows bisa dibuat sama, misal Start dari pojok kiri bawah, lalu tarik mouse ke atas untuk memilih program. :)

Berikut ini sebagian dari banyak perbedaan yang ada:

1. CD Linux (misalnya BlankOn) berisi tidak hanya sistem operasi, tapi juga program office (word, spreadsheet, presentation, database), photo editor, program untuk menggambar, program akuntasi, program manajemen projek, dsb. Sedangkan CD Windows hanya berisi sistem operasi, sehingga kalau mau office harus cari CD office, mau mengdit foto harus cari CD photoshop (misalnya), mau menggambar haru cari CD CorelDraw (misalnya), mau program akuntansi harus cari CD Zahir (misalnya), mau project management harus cari CD MS Project, dsb.

2. Linux (relatif) lebih aman dari virus, bahkan boleh dikatakan bebas dari virus Windows. Virus Linux ada tapi tidak berkembang.

3. Linux "bebas" dicopy, digunakan, dijual, disewakan, dijadikan sarana amal dengan membagi gratis CD Linux, dsb. Sedangkan Windows tidak boleh dicopy, tidak boleh digunakan, tidak boleh disewakan, tidak boleh dijadikan sarana amal dengan membagi CD, dsb. jika tidak dapat izin dari pembuat (MS). Biasanya izin itu dalam bentuk membeli surat izin alias lisensi yang harga surat izin semua program yang saya sebut di atas hampir sama atau lebih mahal dari harga komputernya.

Catatan terkait perbedaan nomor 3:
Menurut ahli agama di seluruh dunia, termasuk Indonesia, melanggar aturan perizinan seperti di atas adalah perbuatan aniaya (mengambil hak orang tanpa izin) sehingga dilarang oleh Tuhan Sang Pencipta kita manusia. Sebaliknya, membagikan Linux itu perbuatan mulia karena membantu mewujudkan keinginan pembuatnya dan membantu sesama manusia. Survey membuktikan, berbagi atau membantu sesama membuat hidup kita lebih bahagia. :-)

Saturday, December 22, 2012

Team Viewer di Linux

Team Viewer di Linux

Team Viewer adalah aplikasi yang memungkinkan orang untuk terkoneksi ke komputer lain diseluruh dunia, aplikasi ini free jika digunakan untuk pemakaian non commercial. Jika ingin lebih jauh mengenal Team viewer ini silahkan jalan-jalan ke webnya disini. Pemakaiannya sendiri pun tersedia untuk beberapa Sistem Operasi (Linux, Windows dan Mac bahkan bisa digunakan di Iphone! wow… amazing!).
Fiturnya sendiri asyik, bisa bekerja di belakang firewall dan bisa menggunakan Proxy. Cukup aman karena tidak perlu report untuk membuka port tertentu. Bisa digunakan untuk meremote desktop, PC dan komunikasi dengan chat dan suara. Cara koneksi dari komputernya terlebih dahulu harus memasukkan ID dan Password komputer yang ingin diremote, sangat berguna sebagai komunikasi IT Team yang berbeda lokasi (dimana lokasinya berjarak sangat jauh).

Berikut adalah cara installasi pada Ubuntu 10.10

  • Download aplikasinya di sini
  • Pilih source sesuai dengan sistem operasinya, Pilih linux dan pilih sesuai dengan distro yang Anda gunakan.

  • Setelah itu klik dua kali pada file yang telah didownload tersebut, secara otomatis Anda akan didirect ke Ubuntu Software Center sepeti gambar di bawah ini :
Klik Install untuk memulai installasi
Masukkan Password untuk memulai installasi
Installasi sedang berlangsung

Cara Menggunakan Team Viever :

  • Masuk Ke Main Menu ->Internet -> Lalu pilih Team Viewer yang tampilannya seperti gambar di bawah ini

  • Untuk meremote desktop dan terkoneksi ke komputer seseorang, masukkan ID Pilih Remote Support lalu klik Connect to Patner.
  • Setelah terkoneksi komputer  yang diremote akan muncul di desktop komputer Anda
  • Untuk setting Team viewer, customize dengan menggunakan Menu Actions, View, Audio/Video File Transfer dan Extras.
Customize Team Viewer Setting
Tampilan Chatting box
Menggunakan fasilitas File Transfer
  • Pastikan team viewer yang anda gunakan logout setelah digunakan, ini dimaksudkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sehubungan dengan keamanan komputer dan jaringan Anda.

Mengganti resolusi "Unknown Display" di Ubuntu 12.04

Beberapa waktu yang lalu saya menemui sedikit kegalauan saat memasang Ubuntu 12.04 di komputer pinjaman dari teman saya. Sebenarnya sederhana, Ubuntu 12.04 tidak dapat mengenali LCD display SAMSUNG 230TSn. 
Pada menu Display Setting, LCD Display  hanya terbaca sebagai "Unknown" dengan Resolusi maksimal pada 1024*768px. Idealnya layar ini bisa mencapai resolusi Full-HD (1920*1080px).
Tadinya saya pikir masalah berasal dari driver VGA intel HD3000 yang belum terpasang. padahal sebenarnya driver VGA intel sudah native built di kernel linux.
Saya sempat terkecoh dengan ketidakhadiran tulisan detail kartu grafis yang digunakan di menu System Setting >Details. 

untuk kasus ini cukup ditangani dengan memasang paket mesa-utils, berikut caranya:
~$ sudo apt-get install mesa-utils
saya fikir sampai disini permasalahan selesai,akan tetapi sepertinya saya memang belum beruntung karena LCD display yang saya gunakan masih belum bisa dikenali #hakdes.
Berikut spesifikasi hardware yang saya pasang Ubuntu:
  • Processor : Intel(R) Core(TM) i5-2400 CPU @ 3.10GHz
  • Graphic    : Intel® Sandybridge Desktop x86/MMX/SSE2
  • RAM         : 4 GB
  • HDD         : 2 TB
  • Display      : SAMSUNG 230TSn
Setelah mendapat beberapa jamu di sini, sini, sini dan disini , akhirnya LCD Display tersebut bisa mencapai resolusi Full-HD. berikut langkah-langkah yang saya lakukan:
1. Buka terminal lalu ketik 
~$ xrandr
tampak pada gambar, resolusi maksimal pada Output VGA1 hanya mencapai 1024*768 dengan refresh rate 60Hz
2. hitung cvt resolusi yang diinginkan
Pada kasus saya menggunakan resolusi 1920*1080px (16:9). Saya juga ingin menambahkan resolusi yang lain yakni 1366*768px (16:9) dan 1600*900px (16:9) sebagai resolusi tambahan.
Menurut manual page-nya, cvt adalah 
"is  a utility for calculating VESA Coordinated Video Timing modes. Given the desired  horizontal  and  vertical  resolutions,  a  modeline adhering  to the CVT standard is printed. This modeline can be included in Xorg xorg.conf."
sudah sudah, saya juga enggak paham haha...langsung saja ketik
~$ cvt 1366 768
~$ cvt 1600 900
~$ cvt 1920 1080 
nanti akan tertampil nilai seperti berikut:
nb: hasil dari perhitungan cvt ini menggunakan refresh rate 60 hz (default), jika ingin menggunakan refresh rate yang lain misal 85 Hz maka perintahnya sebagai berikut, misal untuk resolusi 1920x1080
~$ cvt 1920 1080 85

3. Tambahkan resolusi tersebut menggunakan perintah dibawah ini
*buat mode resolusi dengan nilai Modeline yang baru (1920x1080 dg refresh rate 60Hz)
~$ xrandr --newmode addnew "1920x1080_60.00"  173.00  1920 2048 2248 2576  1080 1083 1088 1120 -hsync +vsync
*tambahkan mode resolusi tersebut beserta output port agar bisa digunakan langsung.
~$ xrandr --addmode VGA1 1920x1080_60.00
langkah tersebut juga berlaku untuk resolusi yang lain.Bila sampai disini jika tidak ada eror maka resolusi sudah bisa di ganti ke Full-HD melalui menu System Setting, Sayangnya ini hanya bersifat SEMENTARA : 3 

4. karena saya ingin settingan resolusi tersebut tersedia secara PERMANEN maka saya masukkan nilai masing-masing Modeline ke file  /usr/share/X11/xorg.conf.d/10-monitor.conf menggunakan editor kesayangan:
~$ sudo gedit  /usr/share/X11/xorg.conf.d/10-monitor.conf
dengan format sebagai berikut:
sebagai catatan kata "intel" yang diblok merupakan jenis hardware grafis yang saya gunakan. jiika anda mendapati kartu grafis nVidia tinggal ganti baris intel tersebut menggunakan "nvidia".

4. simpan dokumen dan restart Ubuntunya.
sekarang LCD Display sudah bisa digunakan dengan resolusi sesuai yang saya inginkan.

5. untuk lebih mantapnya cek lagi menggunakan xrandr
~$ xrandr
baris yang saya blok putih itu adalah resolusi aktif saat ini yang mana bertanda "*".

6. sekian,semoga bermanfaat.

History di linux


Salah satu kemudahan menggunakan konsol/terminal shell di linux adalah adanya fitur history.

apa itu? menurut penjabaran di situs ini, history berfungsi untuk menampilkan perintah-perintah yang telah digunakan sebelumnya.
cara menggunakannya tentu dengan membuka terminal di linux anda, ketik
~$ history 

tampak ada beberapa perintah yang sudah saya lakukan. satu fitur yang menurut saya keren adalah misalnya kita akan mengulang perintah di nomor 5, kita cukup menggunakan perintah
~$ !5


dan taraaa.... :)

kenapa tidak dengan menekan tombol panah atas di kibod?
bayangkan kalau perintah tersebut sudah mencapai ratusan atau ribuan baris perintah. kebayang kan :p
ada satu lagi yang menurut saya menarik, kita bisa menggunakan filter "grep" untuk menyaring perintah yang mengandung frasa/kata tertentu, misal saya ingin menampilkan history semua perintah yang mengandung kara "randr", ketik perintah berikut
~$ history | grep randr
sekian. semoga bermanfaat .

Shutter, Aplikasi Screenshot Sekaligus Image Editor di Linux

Shutter, Aplikasi Screenshot Sekaligus Image Editor di Linux
Daftar Fitur
Fitur Shutter meski ia masih baru sudah cukup banyak. Di antaranya adalah:
Overview
Shutter Overview
Pada jendela utamanya, kita sudah disuguhkan tampilan overview dari semua skrinsot yang pernah kita ambil. Kalau belum ada, tampilan ini akan kosong. Inilah Shutter yang menyimpan skrinsot-skrinsot kita agar tetap bisa dibuka dan diedit kapan saja.
Mengambil Skrinsot Berdasarkan Seleksi
Shutter Seleksi
Bila ingin mengambil suatu bagian tertentu saja dari keseluruhan layar, Anda memerlukan ini. Shutter akan membantu mengambilkan sebagian persegi dari layar sesuai gerakan drag Anda. Misalkan Anda ingin mengambil gambar dari sidebar Ubuntu. Caranya klik dulu Pemilihan di Shutter, lalu jika layar sudah mulai gelap, drag dari ujung kiri atas sampai kanan bawah sesuai bentuk sidebar-nya Ubuntu.
Shutter Draw
Nanti akan ada jendela zoom kecil yang mewakili kursor yang selalu menampakkan gambar apa saja yang ditunjuk oleh kursor. Itu gunanya untuk presisi. Jendela ini akan pindah tempat kalau kursor kita mendekatinya.
Shutter Zoom
Walau telah memilih, Anda masih bisa mengubah ukuran dan memindahkan pilihan dengan drag garis putus-putusnya atau drag isinya. Jika sudah pas, klik dua kali pada isinya atau tekan Enter. Skrinsot akan diambil. Namun jika dirasa salah, Anda bisa batalkan semua seleksi dengan menekan Esc.
Hasilnya ada di Shutter bisa anda lihat di bawah ini:
Shutter Hasil
Seluruh Desktop
Bila ingin praktis mengambil keseluruhan layar, gunakan pilihan ini. Sebenarnya ini cara tradisional, tetapi nanti Anda bisa edit gambarnya dalam Shutter. Cara ini menjadi sedikit lebih modern di Linux. Karena Linux memiliki konsep virtual desktop, maka Shutter bisa otomatis mengambil gambar dari virtual desktop mana saja dalam satu Linux. Akses dari segitiga di samping tombolnya.
Jendela Yang Sedang Aktif
Shutter Jendela Aktif
Bila ingin mengambil hanya jendela aplikasi yang sedang aktif, gunakan ini. Bahkan Anda bisa memilih langsung di Shutter sendiri aplikasi mana yang mau diambil gambarnya. Akses dari segitiga di samping tombol. Misalnya saja Anda ingin mengambil gambar Firefox yang sedang terbuka juga. Maka klik segitiga lalu pilih Firefox dari menu yang muncul.
Apa yang ditampakkan oleh menu Shutter memang sesuai dengan jendela-jendela yang sedang saya buka.
Shutter Jendela Aplikasi Terbuka

Bagian Tertentu dari Jendela
Bagian Jendela
Contohnya kalau kita ingin mengambil satu toolbar atau satu frame dalam tampilan aplikasi secara presisi.
Menu dari Segala Aplikasi
Menu Aplikasi
Bila ingin canggih mengambil menu atau menu yang beranak-pinak, gunakan ini. Shutter mampu mengenali menu-menu yang kita buka pada aplikasi di Linux lalu mengambil gambarnya. Ini cocok sekali dengan kita yang menulis tutorial suatu aplikasi. Misalnya saja mengambil skrinsot menu Format dari LibreOffice, bisa dilakukan dengan Shutter. Klik tombolnya, lalu akan muncul notifikasi di pojok kanan bawah 10 detik waktu diberikan untuk Anda buka menu yang mau diambil. Paskan pada entri menu mana yang mau diambil. Pada contoh saya ini, Format > Change Case. Hasilnya menu yang beranak seperti ini.
Shutter Format
Jangan khawatir pada kotak-kotak catur di belakang gambar yang terambil, itu transparansi. Kalau Anda letakkan di Libreoffice, hasilnya adalah hanya menu yang terlihat. Kotak caturnya tidak terlihat alias transparan. Ini hanya bisa dilakukan pada gambar berformat PNG. Cara meletakkan ke Libreoffice adalah drag gambar dari Shutter ke editan Libreoffice. Jangan gunakan Ctrl+C ? Ctrl+V untuk gambar yang memiliki tranparansi. Contohnya begini.
Contoh Penggunaan Shutter
Dan hasil skrinsot jika dijadikan PDF akan begini. Transparan.
Shutter PDF
Cukup canggih untuk penulis tutorial. Tentunya hal yang sama juga bisa dilakukan pada menu-menu lainnya.

Tooltip
Tools Tips
Tooltip adalah kotak hitam kecil berisi tulisan yang muncul setiap Anda menaruh kursor di atas tombol. Shutter mampu mengambil tooltip dari aplikasi apa saja tanpa ikut serta mengambil tombolnya.
Mengedit Gambar
Shutter Edit Gambar
Salah satu fitur paling membantu di Shutter adalah editor gambarnya. Kita tidak perlu editor terpisah untuk meng-crop, memberi garis-garis panah, mewanai, blur/sensor, dan macam-macam lainnya. Bahkan karena di Linux, Shutter bisa mengambil pustaka gambar asli Linux dari /usr/share/icons yang sangat banyak itu untuk dimasukkan ke skrinsot kita kalau kita mau. Bahkan lagi, ada Callout yang tersedia untuk kita sertakan dalam skrinsot. Sebuah cara cerdas Shutter memanfaatkan gambar-gambar yang sudah ada.

Upload Otomatis
Shutter Upload Otomatis
Shutter sanggup meng-upload-kan gambar-gambar skrinsot Anda ke web berbagi foto semisal Imageshack atau Imgur dan sebagainya. Ada yang bisa upload dengan autentikasi dan ada yang hanya sebatas pengguna anonim. Bahkan Shutter bisa mengupload-kan ke server kita via FTP. Misalnya bisa Anda atur ftp://websaya.com/wp-upload/gambar/ dengan memberi informasi password dulu tentunya. Sangat membantu untuk webmaster.

Memberi Efek
Shutter Efek
Fitur yang juga sangat membantu dalam Shutter adalah efek. Ada banyak sekali pilihan efek untuk kita mulai dari 3D sampai memberi watermark (cap transparan) kepada gambar. Cap transparan ini berguna andai kita ingin memberi cap nama blog kita pada setiap gambar sebagai tanda ini milik siapa.
Memberi Efek 3D
Shutter Efek 3D
Hasilnya:
Hasil Efek 3D
Memberi Watermark (Cap Transparan)
Shutter Efek Transparan

TIP dan TRIK
Q) Bagaimana mengambil gambar Shutter itu sendiri?
A) Ada 2 cara, yaitu menggunakan aplikasi skrinsot lain atau dengan Shutter > Jendela > Shutter.
Q) Bagaimana mengambil gambar 3D Desktop dari Compiz?
A) Dengan menggunakan delay time yang bisa diatur dari pojok kanan bawah Shutter > ambil desktop penuh > gerakkan 3D desktop Anda (Ctrl+Alt+Kanan) > biar Shutter otomatis mengambilnya pada waktu yang ditentukan.
Shutter Desktop 3D
Q) Bagaimana menyimpan gambar selalu pada JPEG/PNG/BMP?
A) Dengan mengaturnya pada Preferensi Shutter. Anda bisa memilih antara tiga format tersebut.
Q) Bagaimana mengambil skrinsot dengan pola berbeda-beda tapi bisa dipakai lain hari?
A) Dengan menggunakan profil, semua bisa. Anda bisa menyimpan pengaturan ambil skrinsot khusus JPEG pada satu profil dan menyimpan PNG pada profil lain. Aktifkan profil PNG jika hari ini ingin mengambil PNG dan aktifkan JPEG jika ingin mengambil JPEG esok hari. Anda bisa mengatur sebebas mungkin pengaturan Shutter dan disimpan sebagai satu profil. Ini akan meningkatkan efisiensi kerja Anda jangka panjang.
Cara Instalasi
Bagaimana menginstal Shutter? Cara yang paling mudah adalah buka Synaptic Package Manager lalu ketik shutter, beri cawang pada aplikasi shutter lalu Apply.
Install Efek Shutter
TIP: jika Anda ingin Shutter bisa mengambil gambar web, silakan cawang juga gnome-web-photo lalu Apply. Aplikasi tambahan ini berguna untuk membantu Shutter di bidang web.

Anda Ingin Ikut Mengembangkan Aplikasi Shutter?
Shutter adalah aplikasi open source. Ini melazimkannya untuk bisa dikembangkan oleh siapa saja, termasuk kita. Silakan berkunjung ke web Launchpad Shutter untuk memilih kerjaan pengembangan. Bagi Anda yang belum bisa memrogram, bisa ikut serta menerjemahkan antarmuka Inggris ke Bahasa Indonesia di sana. Nikmatilah asyiknya pengembangan aplikasi open source.
Pengembang Shutter
Semoga artikel tentang apa itu, bagaimana cara dan tips dan trik mengenai Shuuter bisa bermanfaat untuk anda